Search this Blog

Memuat...

Jumat, 08 April 2011

Pindang Bandeng Tulang Lunak

Sebetulnya aku doyan banget ikan bandeng, dulu waktu aku masih kecil, mami sering masak ikan bandeng dan kalau aku mau makan, daging ikan sudah terbebas dari durinya, sang mami yang cabutin semua durinya biar anaknya enak makannya (huhuhuhuhu I really miss u mom). Seiring berjalannya waktu, papi beli panci presto, waahhh makin senang aku, karena makan ikannya bisa dalam "bongkahan" besar. Tapi panci prestonya kurang tahan lama bagian karetnya cepat rusak dan mami males untuk memperbaikinya, dan karena anaknya sudah pada besar-besar, jadi mami juga sudah tidak cabuti tulangnya lagi.



Itu cerita jaman dulu, aku selalu ingat, kalo mami masak bandeng enaakk banget, kuahnya medok dan makannya pake emping goreng. Kemarin pas aku ulang tahun, salah satu kado dari hubby buat aku si "presto" ini, hhmmm langsung deh kepikiran untuk buat pindang bandeng tulang lunak, seperti yang mami bikin dulu.


Resepnya aku ambil dari banyak referensi, dari bibi aku, dari om gugel dan dari ingatan aku waktu aku masih kecil suka liatin mami masak. Dan akhirnya, jadilah ikan pindang bandeng ini. Kata hubby aku enaakkk, tapi kalo aku sendiri masih kurang, lebih enak punya mami dulu, kira-kira kurang apa yah... Tapi untuk sekedar melepas rindu sama masakan-masakannya mami bolehlaahhh...

Aku catetin resepnya yah..

Pindang Bandeng Tulang Lunak
Source: Many
Modified by: Me

1 Kg Bandeng (kemarin aku dapetnya 2ekor)
6 sdm kecap manis
2 sdm gula jawa
1/2 sdm garam
15 btr cabe rawit
3 lbr daun salam
2 potong lengkuas
2 lbr sereh
1250 cc air

Bumbu A:
10 bawang merah
6 bawang putih
6 cabe merah
2 ruas kunyit
2 ruas jahe
4 mata asam jawa

Directions:
Cara:
Panaskan panci presto, masukkan bumbu A, JANGAN paki minyak (jadi hanya dioseng saja) sampai agak layu, harum dan berubah warna
Masukkan air kedalam panci
Masukkan cabe rawit, kecap, garam, gula, salam, lengkuas dan sereh.
Setelah mendidih, masukkan bandeng.
Tutup panci pressure cooker, dan masak selama 90menit setelah tutup panci mendesis.
Kemarin aku coba 60 menit masih kurang lunak tulangnya, jadi aku tambah lagi 30 menit, tapi mungkin tergantung dari kemampuan panci masing-masing kali yah...

Makannya pakai nasi putih anget-anget, emping goreng dan tempe mendoan... hhmm MANTAPP

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...